• Cell/WA:+62 (0)813 4080 9079
  • booking@lombokbulanmadu.com

Category ArchiveObjek Wisata Lombok

Pulau Pulau Gilis – Trawangan – Meno dan Gili Air di Lombok

Tempat wisata di Lombok memang sangat indah dari sekian banyak objek wisata yang ada di Lombok tentunya anda tidak akan melewatkan tiga Pulau Gili di kawasan Pantai Barat Lombok.

Tiga pulau tersebut adalah Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air, masing-masing pulau memiliki pantai berpasir putih, air laut yang sangat jernih dan pemandangan yang menakjubkan.

Untuk menempuh masing-masing pulau dibutuhkan waktu 30-45 menit dengan menggunakan kapal umum. Tiga pulau Gili memiliki karakteristik yang berbeda, anda dapat menentukan mana tempat liburan di Pulau Gili Lombok yang sesuai dengan anda.

GILI TRAWANGAN
Gili Trawangan adalah yang terbesar dari ketiga pulau kecil atau gili yang terdapat di sebelah barat laut Lombok. Trawangan juga satu-satunya gili yang ketinggiannya di atas permukaan laut cukup signifikan. Dengan panjang 3 km dan lebar 2 km, Trawangan berpopulasi sekitar 800 jiwa. Di antara ketiga gili tersebut, Trawangan memiliki fasilitas untuk wisatawan yang paling beragam; kedai “Tîr na Nôg” mengklaim bahwa Trawangan adalah pulau terkecil di dunia yang ada bar Irlandia-nya. Bagian paling padat penduduk adalah sebelah timur pulau ini.

Trawangan punya nuansa “pesta” lebih daripada Gili Meno dan Gili Air, karena banyaknya pesta sepanjang malam yang setiap malamnya dirotasi acaranya oleh beberapa tempat keramaian. Aktivitas yang populer dilakukan para wisatawan di Trawangan adalah scuba diving (dengan sertifikasi PADI), snorkeling (di pantai sebelah timur laut), bermain kayak, dan berselancar. Ada juga beberapa tempat bagi para wisatawan belajar berkuda mengelilingi pulau.

Di Gili Trawangan (begitu juga di dua gili yang lain), tidak terdapat kendaraan bermotor, karena tidak diizinkan oleh aturan lokal. Sarana transportasi yang lazim adalah sepeda (disewakan oleh masyarakat setempat untuk para wisatawan) dan cidomo, kereta kuda sederhana yang umum dijumpai di Lombok. Untuk bepergian ke dan dari ketiga gili itu, penduduk biasanya menggunakan kapal bermotor dan speedboat.

Kelebihan Gili Trawangan dibandingkan dengan pantai lain adalah kita dapat menikmati sunset dan juga sunrise sekaligus di pantai ini! Hal ini terjadi karena Gili Trawangan memiliki pantai yang menghadap timur dan menghadap barat, dan jaraknya tidak terlalu jauh. Sehingga baik sunrise maupun sunset dapat kita nikmati di pantai ini.

Di Gili Trawangan juga kita dapat melihat kesenian bela diri tradisional yang bernama presean atau stick fighting yang biasanya dipertontonkan disekitar pasar seni Gili Trawangan.

GILI MENO
Gili Meno adalah salah satu dari tiga pulau kecil, selain Gili Trawangan dan Gili Air, yang menjadi kawasan wisata bahari. Tempat ini dapat dicapai dari Kota Mataram sekitar 45 menit berkendaraan darat dengan perjalanan melewati Pantai Senggigi yang berlatarkan pemandangan pantai yang menakjubkan serta hutan lindung. Di sini terdapat taman burung yang mempunyai koleksi burung-burung langka dari Indonesia dan mancanegara. Pasirnya putih dan masih alami. Di Gili Meno kendaraan bermotor sangat dibatasi, demikian pula penggunaan listrik.

GILI AIR
Gili Air merupakan salah satu dari tiga pulau gili terkenal di Lombok, yaitu Gili Trawangan, dan Gili Meno. Ketiga pulau ini terkenal dengan keindahan pantainya, maka tak heran apabila Gili Air menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Lombok.

Dari ketiga pulau gili yang telah disebutkan diatas, Gili Air merupakan pulau yang letaknya paling dekat dengan pulau Lombok.Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan berada di kawasan barat pantai Lombok, serta mampu menampilkan gambaran keindahan pantai-pantai yang berada di Lombok. Lokasi Gili Air tepatnya teletak di Desa Gili indah, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara.

Berkunjung ke Gili Air wisatawan dapat menjelajahi beberapa titik untuk menikmati keanekaragaman hayati laut Indonesia. Diantaranya pengunjung dapat melihat spot kuda laut, kura-kura, beragam ikan dengan berbagai warna, serta keanekaragaman penghuni laut lainnya. Masyarakat setempat mnyebut GIli Air dengan nama “Tengaq Aiq” yang berarti ditengha-tengah laut. Mayoritas penduduk asli Gili Air berasal dari suku bugis dan suku sasak, dan mereka bermata pencaharian utama sebagai nelayan, pedagang, dan pemandu wisata. Mayoritas pengunjung GIli Air merupaka wisatawan mancanegara, seperti dari negara Inggris, Prancis, Australia, Belanda, Italia, maupun negara-negara lainnya. Gili Air biasanya ramai dikunjungi wisatawan pada bulan Juli hingga Agustus.
Fasilitas dan Akses

Fasilitas wisata di Gili Air sangat lengkap,terdapat fasilitas seperti hotel, restoran, maupun bar, sehingga dapat membuat wisatawan nyaman berkunjung ke pulau ini. untuk menuju Gili Air, penunjung dapat menempuh perjalanan menggunakan kapal motor (boat) dari pelabuhan Bangsal dengan jarah tempuh sekitar 25 menit.

Sementara untuk mencapai pelabuhan Bangsal, pengunjung dapat mencapainya dari Mataram dengan menaiki Angkutan umum maupun angkutan pribadi dengan dua rute pilihan, yaitu Mataram – Rembiga – Gunung Sari – Kekait – Pusuk – Pemenang – Bangsal ataupun melalui jalur Mataram – Meninting – Batu Bolong – Senggigi – Kerandangan – Melimbu – Pemenang dan Bangsal.

Sepanjang perjalanan pun wisatawan dimanjakan dengan keindahan tempat-tempat wisata yang ada di Lombok. Apabila menggunakan rute pertama, wisatawan akan melewati daerah pusuk yang masuk dalam kawasan gunung rinjani. Sementara lewat jalur kedua, wisatawan akan disuguhi keindahan garis pantai Lombok hingga sampai ke tempat tujuan di pelabuhan Bangsal.

Untuk masuk ke GIli Air pengunjung tidak akan dikenakan biaya, sementara untuk biaya perahu motor untuk menyeberang dari pelabuhan Bangsal menuju Gili Air dikenakan biaya sebesar Rp.8.000-Rp.25.000 per orang tergantung jenis perahu motor yang digunakan. Untuk jadwal penyeberangan pada pagi hari sekitar pukul 08.30 dan sore hari.

Apabila ingin berkeliling pulau Gili Air dengan menggunakan sepeda, di pulai ini terdapat juga fasilitas penyewaan sepeda dengan harga Rp.30.000. Tentunya dengan harga tersebut anda sudah bisa seharian mengelilingi pulau Gili Air dengan sepeda sewaan tersebut.

Air Terjun Sendang Gili & Tiu Kelep

wisata,lombok,paket wisata lombok,paket bulan madu lombok,pantai senggigi,pulau gilis,gili trawangan,gili meno,gili air,gili nanggu,gunung rinjani,penerbangan ke lombok,wisata lombok,bulan madu ke gili,hotel di lombok,lombok hotels,penginapan di senggigi,penginapan di lombok, lombok wisata,lombok travel,travel agent di lombok,sewa mobil lombok,sewa kendaraan lombok,paket wisata gili,hotel di gili,hotel gili trawangan,hotel di gili meno,penginapan di trawangan,hotel gili air,sunset house,senggigi beach hotel,sheraton lombok,jayakarta lombok,graha hotel,bukit senggigi lombok,pantai kuta,pantai tanjung aan,airport lombok,nusa tenggara barat,ntb,lombok island,puri bunga hotel,santosa hotel,santosa villas,qunci villas,windy cottages,holidays in lombok,holiday resort lombok,pur mas lombok,paket murah ke lombok,paket bulan madu murah,reservasi hotel lombok,batu bolong cottage,villa ombak,dream divers,buddha resort,marta guesthouse,sama sama bungalows,almarik villas

AIR TERJUN SENDANG GILE
Air terjun Sendang Gile adalah air terjun yang terletak di desa Senaru, kecamatan Bayan, kabupaten Lombok Utara, propinsi Nusa Tenggara Barat. Lebih tepatnya berada di kawasan desa Senaru, 2 kilometer dari desa Bayan.[1] Objek wisata ini masih berada dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.[1] Ini disebabkan karena air terjun ini merupakan pintu masuk pendakian menuju gunung Rinjani.[2] Selain itu, ternyata air di Sendang Gile berasal dari mata air di Gunung Rinjani yang sangat sejuk dan alami.

Untuk menuju ke tempat ini, para pengunjung harus melalui dua ratusan anak tangga yang mencapai ketinggian 40 meter, dan jembatan berlubang melalui sebuah lembah yang membutuhkan waktu penjelajahan sekitar 15 menit.[1] Perjalanan alternatif juga bisa dilakukan dengan cara menyelusuri pinggir lembah yang agak curam dan mengikuti saluran irigasi serta menyeberangi jembatan yang terbuat dari rotan.

Air terjun ini sering juga di sebut oleh penduduk setempat sebagai Batu Ko’ (batu kerbau). Menurut cerita rakyat setempat, dulu Sendang Gile adalah tempat bidadari mandi ketika turun ke bumi.[1] Ada juga yang berpendapat bahwa nama ini berasal dari seseorang yang menemukan air terjun ini secara tidak langsung saat memburu singa yang masuk ke hutan setelah mengacaukan sebuah kampung. Penduduk kampung setempat menyebut singa gila dengan sebutan sengang gile, namun, lambat laun pelafalan tersebut menjadi sendang gile. Para penduduk percaya bahwa mandi ataupun membasuh muka di air terjun Sendang Gile, akan membuat seseorang menjadi lebih muda satu tahun daripada usia sebenarnya

Air Terjun Sendang Gila (baca gile) terletak di ketinggian 600 m di atas permukaan laut (dpl) dan memiliki ketinggian kurang lebih 31 meter. Air terjun ini terdiri dari dua tingkatan, dimana tingkat pertama muncul dari atas tebing dan jatuh ke dasar kolam dibawahnya. Selanjutnya dari kolam ini air meluncur ke bawah membentuk tingkatan kedua dan jatuh membentuk sungai yang ada di bawahnya. Dasar air sungai ini relatif datar, sehingga banyak orang yang mandi di bawah air terjun. Lokasi wisata ini masih berada dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.

Konon nama Sendang Gila diambil dari cerita penduduk setempat yang secara tidak sengaja menemukan air terjun ini kala memburu singa gila yang mengacau di sebuah kampung dan kemudian lari masuk ke hutan.

Hal menarik lainnya yang membuat air terjun ini berbeda adalah para penduduk setempat mempercayai bahwa air terjun ini memiliki unsur magis yang bisa membuat seseorang menjadi lebih muda satu tahun dari usianya apabila membasuh muka atau mandi dengan air terjun tersebut.

Tak jauh dari Air Terjun Sendang Gila, di lokasi ini juga akan ditemui dua air terjun lain yaitu Air Terjun Tiu Kelep dan Air Terjun Batara Lejang. Posisi keduanya berada di atas air terjun ini ke arah hulu.

AIR TERJUN TIU KELEP
Air Terjun Tiu Kelep memiliki ketinggian 42 meter dan bertingkat-tingkat. Terjunan airnya cukup deras dan besar dengan kolam yang terbentuk di bawahnya tidak begitu dalam hanya sepinggang orang dewasa. Juga dasar kolam yang lembut dan datar memungkinkan pengunjung dapat berenang. Selain itu menurut mitos yang beredar jikalau mandi di air terjun ini akan menyebabkan awet muda.

Dalam bahasa Sasak yang merupakan bahasa sehari-hari masyarakat Lombok, tiu berarti kolam, sedangkan kelep bermakna terbang. Terjemahan bebasnya adalah kolam tempat buih-buih air beterbangan. Pada saat-saat tertentu, butiran air yang beterbangan itu memunculkan pelangi di ujung air terjun.

Air terjun ini masih berada dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani dengan sumber airnya berasal dari Danau Segara Anak di puncak gunung Rinjani.

Masih ada dua air terjun lagi di kawasan ini, yaitu Air Terjun Sendang Gila dan Air Terjun Batara Lejang. Posisi Air Terjun Tiu Kelep ini berada di antara dua air terjun tersebut. Yang disebutkan pertama berada di bawahnya, dimana jatuhan air dari Air Terjun Tiu Kelep ini nantinya akan melewati tebing miring yang berlumut hijau membentuk Air Terjun Sendang Gila. Sedangkan yang kedua berada di atasnya di bagian hulu.

Kedua air terjun ini terletak di sisi sebelah Utara di kaki Gunung Rinjani. Yang juga merupakan bagian dari jalur pendakian. Secara administratif, Air Terjun Sendang Gile dan Tiu Kelep berada di Desa Senaru, sekitar 2,5 jam perjalanan dari Kota Mataram. Mengingat jaraknya yang cukup jauh, disarankan agar Anda menggunakan kendaran pribadi untuk mengunjungi wisata air terjun yang menakjubkan ini.

Air Terjun Tiu Kelep berada diatas Air Terjun Sendang Gile. Aliran Air Terjun Sendang Gile sendiri mengalir melewati tebing setinggi 30 Meter. Tebing yang teraliri air tersebut bertingkat-tingkat, serta tertutup oleh dedaunan hijau dan tumuhan paku. Nah, aliran air terjun yang menyatu dan melewati tebing yang tertutup rerimbunan tersebut membuat area di sekitarnya tertutup kabut tipis. Sesekali Anda akan melihat lengkungan pelangi di dekat air terjun. Aliran air dari Air Terjun Tiu Kelep kemudian mengalir menuju ke Air Terjun Sendang Gile.

Air Terjun Sendang Gile terletak cukup dekat dengan pintu masuk wisata alam Lombok ini. Anda cukup berjalan kaki sejauh 15 Menit saja. Karena letaknya yang dekat pintu masuk, Air Terjun Sendang Gile lebih banyak dikunjungi oleh wisatawan. Bagi Anda yang tidak suka dengan medan yang terlalu berat, Air Terjun Sendang Gile merupakan pilihan yang tepat untuk Anda kunjungi.

Di sepanjang jalan menuju ke kedua air terjun, Anda akan disuguhkan dengan pemandangan hutan lindung yang lebat. Hutan ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani. Mayoritas flora yang tumbuh di area ini adalah tumbuhan tropis. Seperti Pohon Bajur (Pterocarpus sp.), Pohon Ipil (Insia biyuga), Pohon Sentul (Sondarium), dan Pohon Jati (Tektona grandis). Meskipun lebat dan rimbun, Anda tidak perlu khawatir akan tersesat. Karena jalan menuju Air Terjun Sendang Gile sangat jelas. Namun jika Anda ragu, Anda bisa meminta pemandu setempat untuk menunjukkan arah ke Air TerjunSendang Gile.

Jalan setapak menuju ke Air Terjun Sendang Gile mayoritas berupa anak tangga. Jalan ini cukup nyaman untuk Anda tempuh. Namun sesampainya di lokasi air terjun, Anda juga harus berhati-hati. Karena di sekitar air terjun terdapat banyak bebatuan yang besar. Jika Anda berdiri di tempat yang sedikit lebih tinggi, Anda bisa melihat aliran air yang memecah di bebatuan. Anda juga bisa duduk dan beristirahat di bebatuan tersebut, sembari menikmati pemandangan air terjun di depan Anda. Jika Anda merasa cukup dingin, Anda juga bisa ditemani dengan secangkir kopi yang bisa Anda peroleh di warung-warung di sekitar air terjun.

Bagi Anda yang menyukai trek yang menantang, Anda bisa melanjutkan perjalanan ke Air Terjun Tiu Kelep. Untuk mencapainya, Anda harus berjalan kaki sejauh 45 Menit. Anda akan melewati sebuah tangga yang cukup curam. Setelahnya, Anda juga akan menyeberangi sungai yang cukup dangkal. Di sungai ini Anda akan merasakan kesejukan aliran air yang sangat bening. Anda juga akan menempuh jalan setapak, yang di sampingya terdapat sungai kecil dengan aliran air yang tenang. Cukup menyenangkan, bukan?

Petualangan Anda akan menjadi sempurna ketika tiba di lokasi Air Terjun Tiu Kelep. Air terjun ini cukup tinggi, yaitu sekitar 45 Meter. Alirannya yang cukup besar dan deras menimbulkan deburan yang cukup besar pula. Jika Anda tidak ingin basah, sebaiknya Anda memakai jaket anti air Anda. Tak jauh dari situ, Anda bisa menyaksikan sebuah pohon besar yang tumbuh di permukaan tebing.

Menurut masyarakat setempat, nama Tiu Kelep diambil dari bahasa Suku Sasak yang berarti “Kolam Terbang”. Sedangkan nama Sendang Gile diambil dari legenda setempat. Legenda tersebut menceritakan seorang pangeran yang sedang dikejar oleh seekor singa gila. Kemudian pangeran tersebut bersembunyi di balik air terjun untuk menghindari kejaran singa. Akhirnya air terjun tersebut diberi nama Sendang Gile. Kedua air terjun ini dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit, serta membuat tampak awet muda. Masyarakat setempat juga percaya bahwa aliran air terjun akan semakin besar jika orang-orang disekitarnya berbicara semakin keras.

Suasana yang segar dan pemandangan yang indah ini akan membuat Anda betah berada di lokasi wisata Lombok. Namun pada perjalanan pulang, mampirlah sebentar ke Restoran Senaru. Restoran ini berada di ketinggian, sehingga Anda akan mendapatkan pemandangan yang berbeda sembari mencicipi hidangan khas Lombok. Di sini Anda akan disuguhkan dengan pemandangan hutan lindung yang lebat, serta tebing-tebing yang mengelilingi lokasi Air Terjun Sendang Gile dan Tiu Kelep.

Lokasi
Terletak di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Propinsi Nusa Tenggara Barat.

Aksesbilitas
Berjarak kurang lebih 60 km dari ibu kota Mataram. Untuk menuju ke desa Senaru diperlukan waktu sekitar 2 hingga 3 jam dengan kendaraan roda empat dari pusat kota Mataram. Ada dua rute yang bisa ditempuh untukj menuju kesana, yaitu pertama melalui Pusuk dan kedua melalui Pantai Senggigi. Tidak ada kendaraan umum yang menuju langsung ke lokasi ini. Oleh sebab itu para pengunjung biasanya menyewa kendaraan di rental-rental mobil atau motor yang banyak ditemukan di pusat kota (Mataram atau Cakranegara).

Selanjutnya dari pintu masuk di desa Senaru ke lokasi air terjun, pengunjung harus berjalan kaki menuruni 315 anak tangga melalui sebuah lembah yang cukup terjal dan membutuhkan waktu sekitar 20 menit. Perjalanan alternatif (biasanya rute pulang) yang paling menyenangkan adalah menyelusuri pinggir lembah yang agak curam mengikuti saluran irigasi dan menyebrangi jembatan irigasi terbuat dari beton setinggi 50 m.

Desa Pembuat Gerabah Banyumulek – Lombok Barat

Banyumulek adalah desa yang berada di kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Banyumulek merupakan sentra industri gerabah di seantero Pulau Lombok sejak tahun 1990-an, di mana 80% penduduknya berkecimpung dalam pekerjaan tersebut.

Ketika mengunjungi Desa Banyumulek, Anda akan disambut dengan gapura hijau yang bertuliskan “Sentra Kerajinan Gerabah Banyumulek”. Uniknya, ketika melangkah masuk ke area desa, Anda akan menemui sekolah serta kantor-kantor pemerintah yang dihiasi gerabah-gerabah besar pada pagar temboknya. Sehingga kesan Desa Gerabah akan sangat kental terasa. Sekaligus menegaskan bahwa Desa Banyumulek ini adalah sentra kerajinan gerabah.

Desa Banyumulek perlahan-lahan mulai dikenal kalangan wisatawan dalam dan luar negeri sebagai penghasil gerabah di Pulau Lombok. Kini, berwisata ke Lombok tanpa menenteng
oleh-oleh khas Lombok seperti yang dihasilkan perajin Desa Banyumulek ini jelas terasa hampa.

Dalam paket tur yang ditawarkan para biro perjalanan di Lombok, Desa Banyumulek merupakan salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi wisatawan. Apa kelebihan Desa Banyumulek? Desa ini dikenal sebagai tempat perajin gerabah membuat karyanya. Tahun 70 sampai 80-an warga Desa Banyumulek hanya memproduksi gerabah seperti tempayan, dan gentong untuk menyimpan beras semata-mata demi keperluan sendiri.

Tahun 90-an dibantu Pemerintah Selandia Baru, para perajin gerabah di Banyumulek
mulai mengenal teknik membuat gerabah secara modern dan mulai mengikuti selera pasar. Kini produk hasil perajin Desa Banyumulek sudah merambah ke luar Lombok dan mancanegara. Hasil karya gerabah pun bervariasi, tak sebatas gentong semata. Produk dipoles dengan apik sesuai keinginan konsumen. Teknik pembakaran diperbaiki sehingga produk gerabah Banyumulek semakin diburu pembeli untuk memperindah halaman tempat tinggal, isi rumah, hotel dan sebagainya.

Menuju Desa Banyumulek sangat mudah. Hanya berjarak 14 kilometer dari Kota Mataram, ibu
kota Provinsi NTB. Kalau Anda menginap di kawasan Senggigi, untuk mencapai Desa Banyumulek memerlukan waktu sekitar 40 menit dengan kendaraan.

Di Desa Banyumulek Lombok, membuat gerabah merupakan sebuah kemampuan yang diturunkan dari generasi ke generasi. Keahlian tersebut akhirnya mampu mengangkat perekonomian desa, bahkan menarik pengunjung untuk menyaksikan dan berbelanja gerabah di desa ini.

Di sepanjang jalan desa, Anda akan menemui banyak galeri dan toko di kedua sisi jalan. Pastikan Anda tidak kebingungan akan mengunjungi galeri yang mana, karena banyaknya galeri yang berdiri di desa ini. Namun di antara galeri-galeri tersebut Anda akan menemukan sebuah galeri yang cukup besar. Di galeri besar tersebut Anda bisa menemui bermacam gerabah dengan varian yang lebih lengkap. Mulai dari ukuran, bentuk, warna, motif hiasan, keunikan, sampai fungsi yang bervariatif. Gerabah-gerabah tersebut tentu saja merupakan hasil karya pengerajin gerabah Desa Banyumulek ini. Beberapa diantaranya berupa vas bunga pasir, gentong telur, berbagai bentuk celengan, cas gepeng, adik-kakak ukir asam, kap lampu, hiasan dinding, dan lain sebagainya.

Namun Anda bisa menemui sebuah produk kerajinan gerabah Desa Banyumulek yang khas, yaitu Kendhil Maling. Kendhil yang satu ini cukup unik, karena memiliki desain dan cerita yang berbeda dari kendhil-kendhil biasanya. Kendhil Maling memiliki lubang di bagian dasarnya. Lubang ini dipakai untuk memasukkan air ke dalam kendhil. Seperti cara aneh seorang maling, yang tidak memakai jalan biasa (lewat atap atau lewat jendela, bukan lewat pintu) ketika hendak masuk ke sebuah rumah. Uniknya, desain yang khusus pada Kendhil Maling membuat air tidak keluar dari lubang tersebut saat kendhil diletakkan kembali.

Hasil kerajinan gerabah Desa Banyumulek ternyata sudah merambah sampai ke pasar internasional. Misalnya New Zeland dan beberapa negara di Eropa. Di desa ini, Anda bisa membawa pulang hasil seni tersebut dengan harga yang bervariatif. Tergantung dari bentuk, ukuran, motif hiasan, serta tingkat kesulitan saat proses pembuatannya.

Selain melihat hasil seni yang bewarna-warni tersebut, Anda juga bisa belajar dan ikut serta dalam proses pembuatannya. Anda akan terkejut pada saat peroses awal pembuatan gerabah. Karena para pengerajin tidak pernah menggunakan alat bantu ukur untuk menentukan diameter gerabah. Selain itu, alat-alat yang digunakan terbilang sederhana. Semuanya dilakukan dengan hati. Sehingga para pengerajin gerabah Desa Banyumulek ini mampu menghasilkan hasil seni yang berkualitas dan mengagumkan.

Ketrampilan para pengerajin Desa Banyumulek Lombok ini ternyata didukung oleh alam sekitar. Di sekitar desa, tanah liat dan air yang merupakan bahan baku, sangat mudah untuk didapatkan. Begitu pula dengan bahan pewarnanya. Para pengerajin tersebut biasanya menggunakan bahan pewarna alami, seperti biji asam yang dimasak dahulu. Namum dewasa ini, beberapa pengerajin juga mulai menggunakan bahan pewarna buatan yang bisa diperoleh dari desa tetangga.

Awalnya jenis gerabah ataupun keramik yang dihasilkan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, misalnya gentong yang berfungsi sebagai tempat air, kendi yang berfungsi sebagai tempat minum, tong sampah yang berfungsi untuk tempat pembuangan sampah, dan lain-lain. Namun seiring jalannya waktu serta berkembangnya pariwisata di Pulau Lombok, terjadi pergeseran nilai yang lebih mengarah ke elemen dekorasi, dalam artian gerabah yang dihasilkan digunakan untuk dekorasi, misalnya penghias taman atau ruangan hotel ataupun rumah. Menariknya lagi di desa wisata ini, Kita bisa melihat secara langsung pembuatan gerabah ini, mulai dari permulaan pembuatan tanah liat dicampur dengan air, kemudian menginjak materi yang sudah tercampur, kemudian adonan tersebut di bentuk dan membakarnya diatas jerami.

Jika anda ingin mempelajari detail pembuatan gerabah tersebut, anda bisa mendatangi beberapa pengrajin membuka kursus bagi para pengunjung yang ingin mengetahui secara detail pembuatan gerabah ini. Hampir seluruh tour operator menawarkan banyumulek sebagai daerah kunjungan ketika wisatawan berkunjung ke Lombok. Jadi tidak salah jika Banyumulek merupakan destinasi pariwisata pulau lombok yang wajib untuk dikunjungi.

Pantai Eksotis Kuta – Lombok Selatan

Pantai Kuta, Lombok adalah tempat wisata di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Pantai dengan pasir berwarna putih ini terletak sebuah desa bernama Desa Kuta. Desa Kuta mulai menjadi tempat tujuan wisata yang menarik di Indonesia sejak didirikannya banyak hotel-hotel baru. Selain keindahan alam yang dapat dinikmati di desa ini, satu kali dalam setahun diadakan upacara Sasak di desa ini. Ini adalah upacara Bau Nyale.

Dalam upacara ini para pelaut mencari cacing Nyale di laut. Menurut legenda, dahulunya ada seorang putri, bernama Putri Mandalika, yang sangat cantik, banyak pangeran dan pemuda yang ingin menikah dengannya. Karena ia tidak dapat mengambil keputusan, maka ia terjun ke air laut. Ia berjanji sebelumnya bahwa ia akan datang kembali satu kali dalam setahun. Rambutnya yang panjang kemudian menjadi cacing Nyale tersebut.

Pantai Kuta biasanya identik dengan pantai yang paling terkenal di Pulau Bali. Bila Anda berpikir bahwa Pantai Kuta Bali merupakan pantai yang sangat indah, maka Anda akan takjub saat mengunjungi Pantai Kuta Lombok ini. Terletak di wilayah selatan Pulau Lombok, pantai nan indah ini memiliki hamparan pasir yang lebih bersih dan putih. Serta garis pantai yang lebih bergelombang, dengan jajaran terumbu karang yang sehat. Sehingga menyuguhkan kepada Anda pemandangan yang romantis nan menakjubkan.

Jika Anda ingin mengunjungi Pantai Kuta Lombok, datanglah ke Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Pantai ini memiliki garis pantai sepanjang 7,2 Kilometer. Di sebelah barat pantai, terdapat sebuah bukit yang dinamai Bukit Mandalika. Nama ini diambil dari cerita kuno masyarakat setempat, tentang seorang putri bernama Mandalika. Putri Mandalika akhirnya melompat ke laut dari bukit ini, karena menghindari kejaran seorang pangeran yang hendak mempersuntingnya. Nah pada saat sekarang, bukit ini menjadi tempat yang paling tepat untuk menikmati pemandangan Kuta dari ketinggian. Jika Anda mencapai puncak Bukit Mandalika, Anda akan menemui pemandangan Pantai Kuta yang terbentang indah, dengan air lautnya yang bening. Bahkan Anda juga bisa melihat gugusan terumbu karangnya.

Dari Kota Mataram, Pantai Kuta Lombok ini berjarak sekitar 72 Kilometer ke arah Tenggara, dan bisa dicapai sekitar 90 Menit perjalanan. Disarankan agar Anda menyewa mobil atau bergabung dengan paket tour. Karena angkutan umum sangat jarang dan relatif mahal. Serta hanya beroperasi sampai jam 3 sore. Jika Anda terlambat, maka Anda harus menginap, atau menyewa taksi yang harganya relatif mahal.

Sebelum mencapai pantai ini, Anda akan melewati Desa Sade. Desa ini adalah desa Suku Sasak, penduduk asli Pulau Lombok. Di desa ini, masyarakat Suku Sasak juga membuat Kain Tenun Tradisional. Pastikan Anda mempir sebentar, untuk melihat proses tradisional pembuatan kain tenun ini.

Setelah Anda sampai di lokasi pantai, banyak sekali aktivitas yang bisa Anda lakukan di pantai nan menakjubkan ini. Seperti snorkling, berselancar, atau hanya sekedar bermain air sembari menanti sunset yang indah. Sekitar 2 km sebelah timur Pantai Kuta, Anda bisa mengunjungi juga Pantai Seger. Pantai ini masih berada pada garis pantai yang sama dengan Pantai Kuta. Pemandangannya juga menakjubkan. Namun untuk pecinta snorkling dan selancar, Pantai Seger adalah tempat yang tepat. Di pantai ini juga tersedia persewaan alat snorkling dan selancar. Namun pastikan Anda menawar sampai 30% jika berminat menyewa.

Karena Pantai Kuta Lombok sudah cukup terkenal, maka jangan khawatir untuk urusan menginap. Disekitar Pantai Kuta dan Pantai Seger sudah banyak tersedia penginapan dan hotel.

Also mentioned: pantai kuta lombok, penginapan yang romantis di pulau lombok dan harganta, cerita tentang wisata kaliantan lombok, tips ke pantai kuta, pemandangan pantai yang di ambil dari laut.

Pura Taman Narmada – Lombok Barat

Taman Narmada terletak di Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat atau sekitar 10 kilometer sebelah timur Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Taman yang luasnya sekitar 2 ha(hektar are) ini dibangun pada tahun 1727 oleh Raja Mataram Lombok, Anak Agung Ngurah Karang Asem, sebagai tempat upacara Pakelem yang diselenggarakan setiap purnama kelima tahun Caka(Oktober-November). Selain tempat upacara, Taman Narmada juga digunakan sebagai tempat peristirahatan keluarga raja pada saat musim kemarau.

Nama Narmada diambil dari Narmadanadi, anak Sungai Gangga yang sangat suci di India. Bagi umat Hindu, air merupakan suatu unsur suci yang memberi kehidupan kepada semua makhluk di dunia ini. Air yang memancar dari dalam tanah(mata air) diasosiasikan dengan tirta amerta(air keabadian) yang memancar dari Kensi Sweta Kamandalu. Dahulu kemungkinan nama Narmada digunakan untuk menamai nama mata air yang membentuk beberapa kolam dan sebuah sungai di tempat tersebut. Lama-kelamaan digunakan untuk menyebut pura dan keseluruhan kompleks Taman Narmada.

Taman Narmada yang sekarang ini adalah hasil pembangunan dan serangkaian perbaikan/pemugaran yang berlangsung dari waktu ke waktu. Sewaktu para petugas dari Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala bersama dengan para petugas Kantor Wilayah Depdikbud Nusa Tenggara Barat meneliti dan mengumpulkan data sebagai langkah awal pemugaran, mereka berpendapat bahwa pemugaran secara menyeluruh tidak mungkin dilakukan. Banyak bagian yang telah rusak terutama tebing-tebing kolam, taman, pagar maupun bangunan. Pada tahun 1980 sampai 1988 rekonstruksi Taman Narmada dapat diselesaikan.

Setelah direkonstruksi oleh pemerintah melalui Ditjen Kebudayaan, Direktorat Perlindungan dan pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Taman Narmada dijadikan sebagai kompleks bangunan cagar budaya dengan daftar induk inventarisasi peninggalan sejarah dan purbapakala pusat nomor 1839. Dengan demikian, sesuai dengan peraturan yang berlaku kelestarian Taman Narmada dilindungi oleh pemerintah.

Kompleks Taman Narmada Kompleks Taman Narmada yang ada di Lombok itu dapat dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu gerbang utama, jabalkap, telaga kembar, gapura gelang/paduraksa, mukedes, telaga padmawangi, balai loji, balai terang, patandaan, bangunan sekepat, balai bancingah, Pura Kelasa dan Pura Lingsar. Berikut ini akan diuraikan bagian-bagian dari Taman Narmada dari gerbang utama.

Gerbang utama yang berbentuk gapura bentar dan berada di sebelah utara. Setelah gerbang utama kita akan memasuki halaman jabalkap, yang di dalamnya terdapat telaga kembar. Di bagian selatan jabalkap terdapat sebuah gapura yang bernama Gapura Gelang atau Paduraksa yang menghubungkan antara halaman jabalkap dengan halaman mukedes. Pada halaman mukedes terdapat beberapa buah bangunan, antara lain Sanggah Pura, Balai Pamerajan dan Balai Loji(salah satu di antara bangunan kediaman raja). Di sebelah tenggara halaman mukedes terdapat gapura yang menuju ke halaman pasarean. Di halaman paseran ini terdapat juga Balai Loji, Telaga Padmawangi, Pawedayan, pawargan, Balai Terang. Balai Terang adalah sebuah bangunan yang berfungsi sebagai tempat istirahat/tidur raja, berbentuk panggung yang seluruhnya terbuat dari kayu. Bagian atas bangunan yang terbuka dipergunakan untuk menikmati pemandangan ke arah Meru pura di sebelah timurnya. Pintu dan jendela Balai Terang ini bermotif bulan tunggal dan tumbuh-tumbuhan.

Di sebelah timur halaman pasarean terdapat Pura Kelasa atau Pura Narmada. Bentuk arsitekturnya menyerupai punden berundak. Bagian yang paling suci terdapat di halaman tengah pada undak yang paling atas (pura di Bali umumnya halaman paling suci adalah yang paling belakang). Pura ini tergolong pura jagat atau pura umum bagi semua penganut Hindu Dharma dan merupakan salah satu di antara delapan pura tua di Pulau Lombok. Pura Narmada terletak di atas tebing berundak-undak, sedang di bawah lembah tebing terdapat kolam duyung dan telaga segara anak.

Sebelah selatan halaman pasarean terdapat halaman patandaan. Pada halaman patandaan ini terdapat dua bangunan sakapat yaitu sejenis wantilan atau panggung terbuka bertiang empat. Pada halaman inilah sering diselenggarakan berbagai pertunjukan. Sedangkan di sebelah selatan Patandaan terdapat halaman bancingah. Yang tertinggal di halaman ini sekarang hanyalah tembok keliling halaman dengan dua gapura bentar.

Unsur-unsur bangunan yang lain sebenarnya masih banyak, antara lain pancuran sembilan (siwak) yang letaknya di atas Segara Anak. Bentuk bangunannya dorogancet dengan dua bagian terpisah menyerupai bangunan tradisional di Jawa Tengah. Bangunan ini termasuk bangunan sakral baik bagi penganut Hindu Dharma maupun penganut Waktu Tilu.

Selain itu, ada pula Balai Petirtaan yang sumber mata airnya berasal dari Gunung Rinjani. Balai Petirtaan juga merupakan tempat pertemuan tiga sumber air, yakni Suranadi, Lingsar, dan Narmada. Karena mata airnya berasal dari Gunung Rinjai dan tempat pertemuan tiga sumber mata air lainnya, maka air yang ada di Balai Petirtaan dipercaya dapat menjadikan orang yang meminum dan membasuh mukanya dengan air di situ akan awet muda.

Bangunan-bangunan lain di kompleks Taman Narmada dalam wujud pertamanan sudah sulit ditelusuri keasliannya. Menurut peta tahun 1899 taman di kompleks Taman Narmada diantaranya adalah: Taman Bidadari, Taman Anyar, Taman Paresak, dan Taman Kelasa. Taman Anyar dan Taman Kelasa saat ini telah menjadi perkampungan penduduk. Sedangkan Taman Paresak saat ini telah menjadi kebun buah-buahan dengan tanaman utamanya ialah buah manggis.

Desa Penghasil Kain Khas Lombok Sukarare – Lombok Tengah

Lombok tidak hanya menyimpan sejuta pesona alamnya, tetapi juga kerajinan tenunnya. Jika berlibur ke Lombok, sempatkanlah datang ke Desa Wisara tenun khas Lombok, Desa Sukarare. Di sana, Anda bisa melihat kain tenun Lombok dan cara pembuatannya.

Desa Sukarare merupakan salah desa sadar wisata tenunan yang ada di Lombok, selain Desa Sade dan Desa Banyumule. Sukarare terletak di Kabupaten Lombok Tengah Kecamatan Jonggat, Lombok. Lama waktu tempuh untuk mencapai desa ini kurang lebih 20 menit dari Bandara Internasional Lombok.

Sukarara adalah sebuah desa yang terkenal dengan kerajinan tenun tradisional atau songket. Desa Sukarara adalah sebuah desa kecil tetapi memiliki pemandangan yang begitu sangat indah yang terletak di Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah. Jika anda berada di Kota Mataram dan hendak menuju ke desa tersebut, jarak yang mungkin harus anda tempuh sekitar 25 kilometer atau sekitar 30 menit waktu yang harus anda tempuh. Namun, jika anda dari Kota Praya, jarak yang anda tempuh menuju Desa Sukarara justru dekat, yaitu 5 kilometer atau anda hanya menempuh waktu sekitar 10 hingga 15 menit dengan menggunakkan kendaraan pribadi atau taksi. Sebagian besar perempuan yang tinggal di desa ini bekerja sebagai penenun, bahkan sejak dari anak – anak, para orang tua sudah mengajarkan atau mewariskan kerajinan tenunnya kepada anak perempuannya sehingga kerajinan tenun masih tetap ada hingga sekarang.

Desa Sukarare terbagi menjadi beberapa dusun, yaitu Dusun Belong Lauk dan Dusun Belong Daye. Uniknya, di setiap desa tersebut, para kaum perempuannya di wajibkan untuk bisa menenun, atau dalam bahasa Sasak disebut nyesek. Kemahiran dalam menenun ini wajib karena dijadikan syarat pernikahan.

Hasil tenunan khas Sukarare adalah Sarung Songket. Biasanya sarung tersebut digunakan pada saat upacara adat, seperti pesat besar atau begawe beleq. Tenun merupakan pekerjaan utama bagi penduduk permpuan desa tersebut selain bertani.

Di sepanjang jalan desa ini banyak toko-toko yang menjual tenunan sekaligus memperlihatkan proses pembuatannya yang biasanya diperagakan oleh para wanita desa berpakaian khas lambung.Ciri khas tenunan dari desa Sukarara ini adalah tenunan memakai benang emas yang sering di sebut kain songket

Kain songket merupakan kain tenunan yang dibuat dengan teknik menambah benang pakan, hiasan dibuat dengan menyisipkan benang perak, emas atau benang warna di atas benang lungsi, terkadang juga ada yang dihiasi dengan manik-manik, kerang atau uang logam. Sekarang ini pusat pengrajin kain songket adalah desa Sukarara, disinilah jika ingin membeli kain tenun tradisional khas Lombok, serta melihat bagaimana para penenun melakukan pekerjaannya. Desa ini sangat menarik untuk dikunjungi karena kegiatan sehari-hari masyarakat di desa ini telah menenun. Ciri khas tenunan dari desa Sukarara ini adalah tenunan memakai benang emas, desa ini telah dikenal menjadi salah satu obyek wisata yang banyak dikunjungi oleh para tamu nusantara maupun mancanegara.

Di sepanjang jalan desa ini banyak toko-toko yang menjual kain tenun dari desa setempat maupun dari desa sekitarnya. Para wanita di desa dengan pakaian adat sasak selalu siap mendemontrasikan ketrampilan mereka. Namun selain kain songket yang dikenal saat ini ternyata banyak para wanita yang masih melakukan kegiatan menenun ini dengan cara tradisional, klasik alias cara jaman dulu kala, disamping untuk menjaga adat istiadat juga sebagai daya tarik wisata. Pembuatan kain tenun cara klasik atau tradisional ini adalah dari mempersiapkan pembuatan benang serta pembuatan zat warna. Pembuatan benang secara tradisional dengan menggunakan pemberat yang diputar2 dengan jari2 tangan, pemberat tersebut berbentuk seperti gasing terbuat dari kayu atau terakota. Bahan membuat benang selain kapas, kulit kayu, serat pisang, serat nanas, daun palem dsb. Pembuatan zat warnanya terdiri dari dua warna biru dan merah. Warna biru didapatkan dari indigo atau Mirinda Citrifonela atau mengkudu. Selain itu ada pewarna dari tumbuhan lain seperti kesumba (sono keling), yang pasti jaduull banget.

Desa Tradisional Sade – Lombok Tengah

Sade adalah salah satu dusun di desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah. Dusun ini dikenal sebagai dusun yang mempertahankan adat suku Sasak. Suku Sasak Sade sudah terkenal di telinga wisatawan yang datang ke Lombok. Ya, Dinas Pariwisata setempat memang menjadikan Sade sebagai desa wisata. Ini karena keunikan Desa Sade dan suku Sasak yang jadi penghuninya.

Sebagai desa wisata, Sade punya keunikan tersendiri. Meski terletak persis di samping jalan raya aspal nan mulus, penduduk Desa Sade di Rembitan, Lombok Tengah masih berpegang teguh menjaga keaslian desa.

Bisa dibilang, Sade adalah cerminan suku asli Sasak Lombok. Yah, walaupun listrik dan program Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) dari pemerintah sudah masuk ke sana, Desa Sade masih menyuguhkan suasana perkampungan asli pribumi Lombok.

Hal itu bisa dilihat dari bangunan rumah yang terkesan sangat tradisional. Atapnya dari ijuk, kuda-kuda atapnya memakai bambu tanpa paku, tembok dari anyaman bambu, dan langsung beralaskan tanah.

Orang Sasak Sade menamakan bangunan itu ‘bale’. Pemandu lokal kami yang bernama Bapak Mesah berkata ada delapan bale yaitu Bale Tani, Jajar Sekenam, Bonter, Beleq, Berugag, Tajuk dan Bencingah. Bale-bale itu dibedakan berdasarkan fungsinya. Ada 150 Kepala Keluarga (KK) di Sade. Dulu, penduduknya banyak yang menganut Islam Wektu Telu (hanya tiga kali sholat dalam sehari).

Tapi sekarang, banyak penduduk Sade sudah meninggalkan Wektu Telu dan memeluk Islam sepenuhnya,” kata Bapak Mesah.

Uniknya, warga desa punya kebiasaan khas yaitu mengepel lantai menggunakan kotoran kerbau. Jaman dahulu ketika belum ada plester semen, orang Sasak Sade mengoleskan kotoran kerbau di alas rumah. “Sekarang sebagian dari kami sudah bikin plester semen dulu, baru kemudian kami olesi kotoran kerbau,” kata ibu penjual suvenir yang saya tanyai.

Konon, dengan cara begitu lantai rumah dipercaya lebih hangat dan dijauhi nyamuk. Bayangkan saja, kotoran itu tidak dicampur apa pun kecuali sedikit air. Tapi saat saya masuk ke rumah, tak ada bekas bau yang tercium. Ah, bagi saya, orang Sasak Sade memang jenius!

Pantai Senggigi – Lombok Barat – Pulau Lombok

Pantai Senggigi adalah tempat pariwisata yang terkenal di Lombok. Letaknya di sebelah barat pesisir Pulau Lombok. Pantai Senggigi memang tidak sebesar Pantai Kuta di Bali, tetapi seketika kita berada di sini akan merasa seperti berada di Pantai Kuta, Bali. Memasuki area pantai Senggigi, wisatawan seta merta disapa oleh lembutnya angin semilir yang menenangkan.

Pesisir pantainya masih asri, walaupun masih ada sampah dedaunan yang masih berserakan karena jarang dibersihkan. Pemandangan bawah lautnya sangat indah, dan wisatawan bisa melakukan selam permukaan (snorkeling) sepuasnya karena ombaknya tidak terlalu besar. Terumbu karangnya menjulang ketengah menyebabkan ombak besarnya pecah di tengah. Tersedia juga hotel-hotel dengan harga yang bervariasi, dari yang mahal sampai hotel yang berharga ekonomis.

Yang membuat pantai ini begitu spesial garis pantainya yang panjang. Sepanjang mata memandang, turis akan disuguhkan dengan kecantikan garis Pantai Senggigi yang bersih.

Coba perhatikan baik-baik, ada keunikan yang ditunjukkan. Pasir Pantai Senggigi tidak semuanya berwarna putih, sebagian pantai berwarna hitam. Keren!

Air laut Senggigi begitu jernih dan bersih. Tidak ada sampah sedikit pun di sana. Bahkan, turis bisa melihat ikan yang sedang berenang bebas bersama kawanannya dari atas permukaan lautnya.

Terumbu karang di pantai ini juga masih terawat. Pastikan ketika berada di Pantai Senggigi, Anda tidak melewatkan keanggunan alam bawah lautnya.

Ambil alat snokeling Anda, dan selami dunia bawah laut Senggigi. Jadilah saksi kecantikan alam bawah laut Senggigi yang belum ternoda tangan jahil manusia.

Menikmati Senggigi paling asyik saat sore hari menjelang matahari tenggelam. Dari kejauhan Anda bisa melihat sang surya kembali ke persembunyiannya.

Langit yang awalnya tampak putih cerah, perlahan memerah. Sang surya pun tampak turun perlahan dan menghilang menyisakan kegelapan. Dibalik awan putih, temukan sang surya dan tangkap dengan kamera Anda. Sempurna!

Jika penasaran dengan keindahan pantai ini, pelancong bisa berangkat dari Bandara International Lombok menuju Lombok Barat. Lama perjalanan memakan waktu sekitar 2 jam. Walau perjalanan begitu jauh, semua akan terbayar dengan keindahan panoramanya.

 

 

Desa Wisata Tetebatu – Lombok Timur

Tete Batu adalah sebuah desa di wilayah Kecamatan Sikut, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia.

Salah satu pesona keindahan pemandangan di kaki Gunung Rinjani terdapat di Desa Tete Batu yang memiliki panorama pegunungan dan persawahan yang amat indah. Karena keindahannya, Tete Batu dijadikan sebagai desa wisata oleh Pemerintah Lombok Timur. Tete Batu memiliki formasi kontur tanah seperti ngarai memanjang. Pemandangan ngarai yang indah terbentuk dengan persawahan subur nan hijau. Inilah daya tarik Tete Batu yang membuat banyak wisatawan berbondongbondong berkunjung ke sana. Lokasi Desa Wisata Tete Batu berada di selatan Gunung Rinjani di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut.

Berada di ketinggian tersebut membuat udaranya sejuk, bebas polusi, dan menyegarkan. Di samping dominasi hamparan pemandangan persawahan, panorama alam Tete Batu di Kecamatan Sikur Lombok Timur ini didominasi oleh perbukitan terjal, hutan, dan air terjun. “Kontur sawahsawah bertingkat adalah daya tarik utama wisata di Tete Batu,” ujar Resty Rismawati dari Lombok Network Holliday. Ketika sudah selesai panen atau masa bertanam, keindahan sedikit berkurang.

Namun, wisatawan yang sudah telanjur datang tak perlu kecewa karena keramahan dan keha ngatan masyarakat desa di sana membuat wisatawan betah bercengkerama dengan mereka. Berdialog dan menyelami kehidupan mereka adalah pengalaman berharga lain. Selain persawahan, masih ada pemandangan lain di desa ini, yaitu perkebunan tembakau.

Tembakau Lombok yang terkenal dan memiliki kualitas internasional salah satunya komoditi andalan yang dihasilkan di Tete Batu. Jika udara cerah, dari Tete Batu bisa terlihat pemandangan Gunung Rinjani menjulang gagah. Siluet jingga matahari senja dapat terlihat di mahkota Rinjani pada setiap sore. Oleh para wisatawan asing, pemandangan yang menakjubkan ini menjadi objek jepretan favorit bagi penyuka fotografi .

Lainnya Sambil trekking di Tete Batu dapat melakukan penjelajahan di beberapa tempat di lokasi ini seperti air terjun dan taman wisata yang amat menarik. Seperti saat menuju Taman Wisata Tetebut terdapat bermacam habitat kera hitam. Kera-kera ini pun bisa dijumpai lalu lalang dengan liar sepanjang perjalanan menuju air terjun Ulem-Ulem.

Air terjun Ulem-Ulem hanya memiliki ketinggian kurang dari 10 meter. Namun, pesona air terjun ini bukan pada ketinggiannya, melainkan pada kolam air di bawahnya yang luas dan dapat dijadikan tempat berenang. Air bening dan dingin membuat setiap orang ingin menceburkan diri.

Di sekeliling air terjun, terdapat gubuk-gubuk peristi rahatan. Tempat ini dapat dipakai beristirahat setelah basah kuyup berenang di bawah air terjun Tete Batu. Jika masih penasaran, telusuri pula sungai-sungai berbatu di Tete Batu. Arusnya yang deras dan liar cocok untuk kegiatan arung jeram. Desa Tete Batu juga terdapat perkebunan tanaman holtikultura andalan berupa komoditas buah pala.

Salah satu produk olahannya yang siap dikonsumsi atau dijadikan buah tangan adalah manisan buah pala. Manisan ini memiliki efek mengantuk. Jadi, setelah seharian menjelajahi Tete Batu, beristrahat akan lebih tenang setelah makan manisan buah pala yang berfungsi sebagai obat tidur alami ini.

Sejauh mata memandang, Anda hanya akan melihat keindahan nuansa pegunungan di Tetebatu. Dari tempat ini terbentang pemandangan ke arah selatan Lombok, Gunung Rinjani di utara dan pemandangan laut saat menoleh ke arah timur. Tetebatu adalah tempat peristirahatan yang sempurna untuk wisatawan yang penat dan bagi yang ingin sementara singgah untuk meneruskan liburan di daerah Lombok Tengah. Suhunya yang dingin, membuat Tetebatu senantiasa sejuk. Langitnya seringkali ditutupi awan, matahari tidak pernah memancar dengan kuat. Redup dan tenang. Dengan nuansa alam seperti ini, sawah di Tetebatu cocok untuk bertani tembakau dan padi.

Bagi yag suka berenang, acuhkan sementara dinginnya air di Tetebatu. Anda wajib menikmati berenang di sungai yang berkelok selepas trekking di kaki Rinjani untuk relaksasi. Suasana pedesaannya yang masih kental membuat Tetebatu tak pernah bisa dilupakan. Desa wisata ini berada di 700 meter dpl. Jika ingin menikmati keindahan Tetebatu dengan lengkap, Anda bisa menyewa sepeda kepada masyarakat setempat. Atau jika ingin lebih tradisional, Anda bisa naik cidomo menikmati keindahan suasana. Selain pemadangannya yang memukau, Tetebatu yang mayoritas dihuni oleh orang suku Sasak ini juga dikenal dengan atraksi budayanya yang menarik. Ritual-ritual tradisional masih sangat kental dilakukan di sini. Tidak itu saja, masyarakat Sasak di Tetebatu juga dikenal sebagai penghasil kerajinan tangan yang sangat laku di pasaran

Wisatawan yang singgah di Tetebatu, biasanya juga akan mengunjungi air terjun Jukut atau yang juga sering disebut sebagai air terjun Jeruk Manis. Air terjun ini punya ketinggian sekitar 40 meter dengan curah air yang sangat besar dan jernih. Objek wisata yang menyegarkan ini berada di kaki gunung Rinjani tepatnya di sebelah selatan kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Rinjani. Menurut cerita yang turun temurun, air terjun ini dipercaya dapat membantu menyembuhkan berbagai penyakit terutama juga berkhasiat untuk menyuburkan rambut. Untuk pengobatan penyakit, biasanya dilakukan dengan ritual tradisional yang dipimpin oleh seorang Pemangku. Bagi yang ingin sekedar bermain, Anda bisa berenang sepuasnya disini. Air terjun Jukut merupakan titik awal yang biasa digunakan para pendaki untuk naik ke Puncak Rinjani, oleh karenanya jika Anda ingin kesini, Anda harus berjalan kaki selama satu setengah jam dari Tetebatu. Dengan pemandangan alam yang indah, perjalanan Anda tidak akan terasa melelahkan. Selain air terjun Jukut, Anda harus mampir ke air terjun yang kedua yakni air terjun Joben yang terletak di barat lau Tetebatu. Berbeda dengan air terjun Jukut yang aliran airnya deras, di Joben airnya tidak terlalu besar. Cocok bagi yang hanya ingin duduk menikmati keindahan alam.

Budayanya masih lestari Selain wisata alam, Tete Batu juga menawarkan pesona budaya. Budaya asli Lombok yaitu budaya Sasak yang memiliki akar pada agama Hindu masih lestari di Tete Batu. Salah satu ritual tradisi yang masih dijalankan adalah syukuran bendungan atau disebut dengan bahasa Sasak dengan Nyelamet Pengempel.

Upacara ini dipimpin oleh kepada desa dan pekasih atau pengatur air. Kearifan lokal ini sangat baik untuk dilestarikan. Tete Batu dengan pertaniannya sangat bergantung pada air yang mengalir. Air mengalir akan terus ada jika warga tidak melakukan perusakan alam. Upacara Nyelamet Pengempel dilakukan rutin setiap tahun.

Jika petani mulai menggarap sawah, mereka terkesan sederhana, namun sarat nilai filosofis untuk melestarikan mata air dan menjaga kebersamaan warga desa. Upacara Nyelamet Pengempel diisi dengan makan bersama. Acara ini dilaksanakan dengan sangat sederhana karena piringnya berupa tekot atau daun pisang.

Lauknya berupa ayam bakar plus sambal khas Tete Batu. Saat berwisata ke Desa Wisata Tete Batu, kita tidak perlu khawatir kemalaman. Di destinasi desa wisata ini, telah tersedia akomodasi lengkap untuk menginap. Beberapa hotel bagus telah berdiri di Tete Batu seperti Hotel Soedjono dan Green Orry Cottage yang dilengkapi dengan restoran.

Untuk mencapai Desa Wisata Tete Batu yang berada di perbukitan ini, ada dua pilihan untuk mencapainya, yaitu dengan menyewa mobil atau menumpang angkutan umum. Naik angkutan umum lebih menantang dan amat disukai para backpackers.

Dengan cara ini, mereka menyukainya karena merasa dapat lebih dekat dan menyelami denyut nadi masyarakat Lombok. Untuk perjalanan dengan angkutan umum yang perlu dilakukan adalah pergi menuju ke terminal bus di Mataram. Dari terminal, ambil jurusan Pomotong. Pomotong merupakan sebuah desa yang terakhir atau terdekat menuju Tete Batu dengan jarak 12 km. Dari Pomotong, dilanjutkan dengan menggunakan angkutan kereta kuda atau Cidomo dalam bahasa Sasak.

Selain itu, terdapat angkutan pedesaan sebagai pilihan kedua untuk mencapai Tete Batu. Menurut Resty Rismawati dari Lombok Network Holliday, jika wisatawan datang dari pelabuhan Sengigi setelah menyeberang dari Bali, tersedia angkutan ke Tete Batu. Dari sini, terdapat bus langsung ke Tete Batu dengan ongkos 60 ribu rupiah per orang.

Tapi, sayangnya, bus ini tak melayani trek reguler alias harus dicarter. Namun, jika memutuskan untuk menyewa mobil dari Mataram menuju Tete Batu, biaya yang harus dikeluarkan antara 300–500 ribu rupiah per orang. “Harus pintar menawar agar mendapat ongkos murah,”

Pantai Mawi – Lombok Selatan

Hamparan pantai cantik dan alami adalah salah satu faktor utama yang membuat Pulau Lombok semakin hari semakin mendunia, bagaimana tidak hamparan pantai di semua bagian di Pulau Lombok memiliki keindahan yang sangat luar biasa mulai dari pantai yang sudah mendunia beberapa tahun lalu yaitu Pantai Senggigi Lombok Barat sampai yang baru baru ini Pantai Kuta Lombok Tengah ataupun Pantai Mawun Lombok Tengah. Pulau Lombok memang memiliki pesona yang sangat cantik untuk menggaet, mendatangkan dan meningkatkan pendapatan asli daerah dari wisatawan dunia maupun lokal.

Salah satu dari beberapa pantai yang ada di kawasan selatan Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat ini adalah Pantai Mawi di Pulau Lombok.

Hanya menempuh 16 km dari Bandara Internasional Lombok dan berada di sebalah kiri Pantai Selong Belanak, anda akan menikmati Pantai Mawi yang memiliki bentangan luas pasir putih yang menghiasi pesisir pantainya.

Pantai ini berada dibalik perbukitan bahkan anda bisa melihat Pantai Selong Belanak dari lokasi Pantai Mawi.

Selain keindahan pemandangan alam yang disuguhkan, Pantai Mawi juga memiliki ombak yang sangat disukai oleh para peselancar.

Karena Pantai Mawi Lombok merupakan salah satu pantai di Pulau Lombok yang memiliki ketinggian ombak yang sangat cocok untuk berselancar.
Melihat keindahan pemandangan Pantai Mawi yang sangat mempesona membentang dihadapan anda.
Bukit-bukit kecil yang berjajar di sisi pantai semakin mempesona keindahannya yang menjadi daya tarik tersendiri dari Pantai Mawi di pulau lombok ini.

Pantai Mawi atau Mawi Beach sangat cocok bagi anda penggila surfer baik itu anda surfer lokal maupun surfer Internasional, pantai ini memiliki ombak berkelas regional classic dengan frekuensi regular, Ombak di pantai ini berjenis reef coral, dengan arah kanan dan kiri sehingga sangat baik sekali untuk melakukan kegiatan berselancar.

Pantai Mawi Lombok, Mawi Beach. Salah satu dari beberapa pantai yang ada di kawasan selatan Kabupaten Lombok Tengah ini adalah Pantai Mawi Lombok. Pantai ini juga memiliki bentangan luas pasir putih yang menghiasi pesisir pantainya. Pantai ini berada dibalik perbukitan dan cukup jauh dari jalan umum. Perjalanan menuju Pantai Mawi Lombok ini juga tidak jauh bedanya dengan kondisi jalan yang telah anda lalui menuju Pantai Selong Belanak Lombok. Tapi setelah anda tiba di Pantai Mawi Lombok ini maka segala yang anda alami dan rasakan selama dalam perjalanan menuju Pantai Mawi ini akan sirna dan hilang setelah anda melihat keindahan pemandangan alam Pantai Mawi yang sangat mempesona membentang dihadapan anda.

Bukit-bukit kecil yang berjajar di sisi pantai semakin mempesona keindahannya, dan inilah yang menjadi daya tarik tersendiri dari Pantai Mawi Lombok. Selain keindahan pemandangan alam yang disuguhkan, Pantai Mawi Lombok juga memiliki ombak yang sangat disukai oleh para peselancar dari manca negara. Karena Pantai Mawi Lombok merupakan salah satu pantai di Pulau Lombok yang memiliki ketinggian ombak yang sangat cocok untuk berselancar. Pantai Mawi Lombok ini sangat cocok untuk suasana rekreasi.

Bagi anda penggila surfer pilihlah bulan Mei sampai dengan Oktober karena pada waktu itu angin lepas pantai datang dari arah timur dengan ombak besar yang baik untuk berselancar. Pada saat anda melakukan aktifitas berselancar ada beberapa hal yang harus di waspadai diantaranya arus pada bagian bawah, tidak melewati batas bahaya yang telah di tentukan dan kemunculan ikan hiu.

Pantai Mawi atau Mawi Beach ini terletak di desa Mekar Sari Kabupaten Lombok Tengah.Sekitar 15 menit dari bandara BIL Kabupaten Lombok Tengah dan sekitar 12 km dari Pantai Kuta Lombok Tengah.

Pantai Mekaki Sekotong – Lombok Bagian Selatan

Pantai Mekaki Sekotong atau disebut juga dengan sebutan Teluk Mekaki mungkin terdengar sangat asing ditelinga dibandingkan beberapa pantai lain di Pulau Lombok yang keberadaanya sudah terdengar di penjuru dunia seperti Pantai Selong Belanak Lombok Tengah ataupun Pantai Tanjung Ringgit yang terdapat di Kabupaten Lombok Timur, namun ketika anda sudah melihat dan merasakan secara langsung keindahan yang dimiliki oleh pantai ini maka anda akan tersadar bahwa Pantai Mekaki adalah salah satu pantai yang layak untuk dikunjungi selain dari kedua pantai yang sudah disebutkan sebelumnya.

Keindahan dari mekaki memang belum banyak diketahui oleh masyarakat Indonesia bahkan oleh masyarakat sasak sendiri, sungguh amat sayang rasanya jika pesona Pantai Mekaki yang terbentang luas ini dilewatkan begitu saja, alangkah baiknya jika sebelum tewas, die, mampus, meninggal atau apapun itu kita bisa menyempatkan, menyibukkan, mempersiapkan atau mengatur langkah menuju Pantai Mekaki yang berpasir putih, dan disisi kiri kanannya terdapat bebukitan yang menjadi ciri khas pantai-pantai yang terdapat di pulau lombok.

Pantai Mekaki tidak terlalu populer di telinga wisatawan. Namanya kalah terkenal dengan pantai Kuta dan Senggigi, tapi jika mengunjunginya, kita akan sadar bahwa pantai ini layak untuk dijadikan destinasi wisata. Sepanjang perjalanan menuju pantai hingga akhirnya sampai ke Mekaki, kita tak henti-hentinya disuguhi keindahan.

Pantai Mekaki memiliki daya tarik yang mengagumkan bahkan sebelum anda benar-benar memasuki kawasan wisata Pantai Mekaki ini anda akan di suguhkan oleh pemandangan sawah penduduk yang terbentang luas sepanjang jalan menuju Pantai, bukan hanya sekedar pemandangan sawah saja yang akan anda temukan sebelum anda sampai di bibir Pantai Mekaki, selama perjalanan menuju pantai anda juga bisa melihat bukit-bukit hijau, gugusan pulau gili dan birunya air laut yang seakan menanti tangan-tangan nakal untuk memperkosa indahnya ciptaan Tuhan. Rangkul aku, peluk dan cium aku, jamahilah seluruh tempat yang kau rasakan indah pada setiap bagianku mungkin sepenggal kata-kata nakal tersebut adalah salah satu kata yang membisik perlahan sebelum anda sampai di tujuan.am. akuarium ini lah yang paling besar ukurannya, paling tak beraturan bentuknya.

Perjalanan menuju Mekaki sama indahnya dengan Mekaki itu sendiri. Sepanjang perjalanan kita akan melihat hamparan sawah, perbukitan yang hijau, pesisir pantai yang indah serta gugusan gili yang terlihat dari jalan raya menuju Mekaki. Ada Gili Gede, Gili Nanggu dan Gili Penyu dari kejauhan yang menemani perjalanan kita. Kontur jalannya naik turun sehingga sebelum mencapai Mekaki, kita sudah bisa melihat pantai ini dari kejauhan. Dari jauh pantai Mekaki terlihat sangat indah karena airnya yang biru berada di sebuah “ceruk” yang sekelilingnya bukit-bukit dengan pepohonan yang hijau. Oya, jangan lupa untuk mengabadikan panorama Mekaki dari ketinggian ini. Sekitar 100 meter dari pantai, jalanan mulai tidak beraspal alias hanya berbatu, namun tetap bisa dilalui dengan baik.

Sampai di Mekaki, kita akan melihat bibir pantai yang membentuk lengkungan seperti layaknya bulan sabit. Pasir pantai Mekaki sangat putih bersih. Deburan ombaknya kalem. Perairannya berwarna hijau toska di tepian dan semakin ke tengah samakin biru. Tak heran jika banyak wisatawan yang datang untuk sekedar melepas lelah dan bersantai di pantai ini. Kerang-kerang disekitar pantai menambah keindahan dan keunikan Mekaki.

Pantai ini berada di sebuah teluk di selatan Sekotong dan dapat ditempuh melalui jalur darat dari kota Mataram. Infrastruktur pendukungnya sudah sangat baik. Anda membutuhkan waktu sekitar 1,5 – 2 jam untuk mencapai Mekaki yang terbentang di 70 km sebelah barat daya Lombok, Nusa Tenggara Barat. Anda sebaiknya menyewa mobil atau motor saat menuju Mekaki. Dengan begitu kita bisa leluasa mengambil beberapa view yang menarik selama perjalanan.

Ketika sampai di bibir pantai ketika itu pula lelah yang anda rasakan seakan sirna oleh indahnya Pantai Mekaki, pasir pantai nan lembut deburan ombak yang berbisik perlahan menghapus penat yang selama ini anda rasakan dan perlahan pula segala masalah yang anda rasakan memudar seiring hati yang mulai riang oleh keindahan Pantai Mekaki yang begitu tenang.

Lokasi dari Pantai Mekaki yang mudah di akses oleh kendaraan roda dua maupun roda empat merupakan salah satu kelebihan dari pantai ini, dibandingkan dengan obyek wisata pantai lainnya seperti Pantai Batu Payung yang merupakan obyek wisata yang dimiliki oleh kabupaten tetangga yaitu Lombok Tengah Pantai Mekaki bisa dibilang sudah layak untuk dijadikan tujuan wisata baik itu oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Pantai Mekaki berlokasi di Lombok Barat tepatnya di Desa Pelangan, Kecamatan Sekotong yang apa bila kita lihat pada peta lokasinya terletak di bagian selatan daerah Sekotong dengan bentuk seperti ekor burung.

Bagaimana cara menuju Pantai Mekaki Sekotong ?
Dari Kota Mataram menuju Pantai Mekaki membutuhkan waktu kurang lebih dua jam perjalanan dengan jarak sekitar 70 Km, anda bisa menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum baik itu roda dua dan roda empat kearah selatan dari Kecamatan Sekotong.

Gili Nanggu, Sudak dan Tangkong – Lombok Tenggara

GILI NANGGU : Setiap orang yang mengunjungi Pulau Lombok di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pasti akan ke pulau atau gili, di mana dua gili yang terkenal adalah Gili Trawangan dan Gili Meno.

Bagi yang sudah bosan dengan kedua gili tersebut ternyata ada gili lain yang masih sangat sepi dan termasuk privat. Tidak banyak aktivitas kecuali para wisatawan yang bermain di pantai. Ya gili ini adalah Gili Nanggu, sebuah pulau kecil yang memberikan keindahan pantai dan sekitarnya yang tidak kalah indahnya dibandingkan gili-gili yang lain.

Pulau Lombok juga memiliki kemegahan alam bahari yang memesona. Pantai Senggigi serta pulau-pulau mungil atau gili yang tersebar di sekitar pulau ini menyimpan pesona yang menakjubkan.

Selain di kawasan Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Air yang reputasinya telah mendunia, di kawasan Lombok Barat juga terdapat gili lain yang bisa disinggahi, yaitu Gili Nanggu.

Gili Nanggu berada di Selat Lombok atau di pesisir barat Pulau Lombok. Secara administratif, pulau ini berada di wilayah Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

Untuk mencapai Gili Nanggu cukup mudah. Dari Mataram, wisatawan bisa menuju Pelabuhan Lembar yang berjarak sekitar 27 km, dengan kendaraan, dan selanjutnya menggunakan perahu atau speedboat selama 35 hingga 45 menit.

Dibungkus oleh keelokan alam yang sanggup memanjakan pecinta wisata bahari, Gili Nanggu sanggup menawarkan kedamaian untuk Anda. Bahkan banyak wisatawan asing menyebutnya dengan “The Paradise Island”. Ini merupakan pulau seluas 12,5 ha yang terletak di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Di tengah-tengah pantai berpasir putih dan berombak tenang, Anda dijamin dapat bersantai tanpa adanya pedagang atau pengunjung lain. Gili Nanggu berupa pulau pribadi yang hanya dihuni manajemen dan staf resor.

Hanya beberapa meter dari bibir pantai, Anda dapat melihat langsung ikan warna-warni menari-nari di dasar laut dangkal. Nyanyian suara burung menemani Anda merangkul Matahari terbit dan terbenam, menciptakan suasana romantis yang sulit ditemukan di pulau lain. Gili Nanggu cocok bagi pasangan yang sedang menikmati bulan madu mereka.

Sejak 1995 pulau ini terus berkontribusi dalam kegiatan konservasi alam melalui Gili Nanggu Sea Turtle Conservation Program. Selama 11 tahun terakhir, program tersebut berhasil menetaskan 4.500 penyu. Programnya sangat praktis yaitu melindungi telur penyu dari pemasaran bebas dengan cara membelinya dari nelayan. Telur yang dibeli diinkubasi di bawah pasir selama 30-35 hari, setelah menetas dilepas ke laut bebas.

Anda bisa mengarungi perairan Gili Nanggu melalui dua titik snorkeling yang terdapat di sekitar pulau, yaitu di sisi timur tempat berbagai ikan hias indah berkumpul, juga di sisi selatan yang menaungi kerumunan terumbu karang nan cantik. Terdapat ikan nemo, ikan napoleon dan penyu yang akan menemani kegiatan snorkeling Anda.

Atau, bisa juga melalui rute lain, yaitu lewat Tawun, di Sekotong, yang berjarak 47 km, dengan kendaraan dan kemudian  menggunakan speedboat selama 15 menit. Sekotong juga dapat diakses langsung dari Bandara Internasional Lombok (BIL) dengan waktu tempuh antara 45 menit sampai satu jam saja.

Layaknya Gili Trawangan, di Gili Nanggu terdapat pantai cantik dengan hamparan pasirnya yang putih serta lautnya yang biru. Suasana alamnya yang hening, membuat pulau ini menjadi pilihan yang tepat bagi para pasangan yang ingin berbulan madu. Matahari tenggelam merupakan momen yang paling indah di pulau seluas sekitar 8 hektar ini.

Bagi mereka yang ingin berlama-lama ataupun ingin menyepi di Gili Nanggu tak perlu merasa khawatir. Sebab, di pulau ini telah tersedia fasilitas akomodasi modern. Selain memiliki pilihan akomodasi yang beragam, resor ini turut dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari wahana watersports, jogging trek, perlengkapan diving atau snorkeling yang bisa digunakan oleh segenap wisatawan.

GILI SUDAK : Gili Sudak Sekotong merupakan sebuah kepulaun kecil yang dijadikan sebagai tempat wisata layaknya Gili Trawangan di Kabupaten Lombok Utara, Gili Sudak Sekotong memiliki keindahan pantai dan keindahan bawah laut yang begitu menawan, selain merasakan keindahan bawah laut dan keindahan pantai Gili Sudak Sekotong di tempat ini juga anda akan merasakan keheningan yang begitu tenang jauh dari hingar bingar kendaraan yang sering anda dengar setiap hari, Gili Sudak Sekotong layaknya Gili Nanggu dimana di dua tempat ini anda tidak akan menemukan kendaraan bermotor baik itu roda dua maupun kendaraan roda empat.

Gili Sudak Sekotong terletak di Kabupaten Lombok Barat bagian selatan tepatnya di Kecamatan Sekotong yang berdekatan dengan Pelabuhan Lembar. Lokasi Gili Sudak yang berdekatan dengan Pelabuhan Lembar semakin membuat tempat ini mudah untuk di akses oleh wisatawan luar pulau lombok bahkan wisatawan asing yang datang ke pulau lombok melalui pelabuhan padang bai karang asem bali.

Gili Sudak Sekotong merupakan pilihan yang tepat bagi anda yang ingin berlibur dengan suasana hening dan tenang, tempat ini juga sangat cocok bagi anda yang gemar diving ataupun snorkling, pemandangan bawah laut Gili Sudak Sekotong membuat beberapa wisatawan asing ketagihan untuk berlama-lama tinggal di pulau kecil yang penuh dengan keindahan ini, bahkan ada beberapa wisatawan asing sempat mengutarakan kecintaannya dengan Gili Sudak, Gili Sudak Sekotong sudah membuat mereka terpesona dan ingin tinggal lebih lama.

Cara menuju Gili Sudak Sekotong Lombok Barat, Dari ibu kota Mataram silahkan anda mengambil jurusan menuju desa Batu Putih di Sekotong, dari Mataram menuju desa Batu Putih membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam perjalanan menggunakan kendaraan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi, sedangkan dari Pelabuhan Lembar menuju desa Batu Putih membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit, setelah anda sampai di desa Batu Putih silahkan anda mencari atau menyewa perahu nelayan setempat, pada saat itu biaya sewa sekitar 150 ribu mungkin sekarang harga sudah berubah.

GILI TANGKONG : Gili Tangkong berada di Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Gili ini menawarkan pengalaman wisata yang menyenangkan karena belum banyak turis mengunjunginya pasir di pantai Gili Tangkong ini berwarna putih bersih, airnya jernih membuat siapapun yang melihat ingin menceburkan diri. Panorama sekitar Gili ini juga mempesona. Langitnya biru membentang di sepanjang mata kita memandang. Gili yang hanya seluas 28 hektar ini juga mempunyai kekayaan laut yang menakjubkan. Perairannya yang masih sangat terjaga memungkinkan aneka biota laut bisa hidup dan tumbuh subur di sini.

Gili Tangkong berada di antara Gili Sudak dan Gili Nanggu dan berjarak 70 km dari Kota Mataram. Untuk mencapai pulau ini Anda bisa memulainya dari Dermaga Tawun di Sekotong. Dari pelabuhan ini kita menuju Gili Tangkong dengan menggunakan perahu ketingting. Penyeberangan dari Sekotong menuju Gili Tangkong tidak memerlukan waktu yang lama. Pesona Gili Tangkong ini membuat beberapa biro perjalanan wisata menyediakan paket wisata ke 4 gili sekaligus yang berada saling berdekatan, yakni Gili Nanggu, Gili Sudak, Gili Kedis dan Gili Tangkong itu sendiri.

Jika dari Gili Nanggu, Tangkong berjarak tidak terlalu jauh. Hanya membutuhkan waktu sekitar 5-10 menit sekali penyeberangan. Dibanding Gili Nanggu, Tangkong jauh lebih sunyi dan sedikit pengunjungnya. Sedangkan di Gili Sudak, jika dibandingkan dengan Gili Nanggu, fasilitas pulaunya lebih minim. Disini terdapat tempat makan dengan berbagai pilihan menu, plus pasir yang berwarna sedikit kekuningan. Aktivitas paling tepat untuk mengisi kensunyian Gili Tangkong adalah snorkling untuk melihat keindahan bawah lautnya. Alat snorkling bisa kita sewa di dermaga Tawun dengan tarif Rp. 70 ribu meliputi pelampung, alat bantu nafas, fin dan kacamata. Karena tidak banyak turis yang mengunjungi Gili Tangkong, kita bisa sepuasnya bermain air, berenang dan snorkling tanpa khawatir terganggu dengan tamu yang lain. Bahkan kita seperti layaknya sedang berkunjung ke pulau pribadi. Bagi penghobi fotografi underwater, keindahan bawah laut gili ini bisa Anda abadikan. Anda akan melihat banyak sekali ikan-ikan aneka warna plus terumbu karang yang masih terjaga kelestariannya. Pemandangan Tangkong secara keseluruhan memang sangat menawan. Lanskapnya sangat indah. Jika sedang cerah, langit yang kebiruan akan memperindah foto Anda.

Uniknya Pantai Pink – Lombok Timur

Selama ini Pantai Pink yang kebanyakan orang Indonesia tahu hanya ada di Flores, NTT. Ternyata Lombok juga punya, lho! Ini dia Pantai Pink alias Pantai Tangsi di Jerowaru, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Dulu Pantai Pink ini dikenal dengan nama Pantai Tangsi. Pantai yang berada di Desa Pemongkong, Jerowaru ini hanyalah pantai transit untuk nelayan-nelayan yang berasal dari Desa Tanjung Luar, Keruak.

Pantai Tangsi atau yang lebih dikenal dengan Pantai Pink dari Pulau Lombok terletak di desa Sekaroh, kecamatan Jerowaru, kabupaten Lombok Timur adalah sebuah destinasi wisatawan yang menarik dan patut untuk dikunjungi karena keunikannya. Pantai ini merupakan salah satu dari tujuh pantai di dunia yang memiliki pasir pantai berwarna pink, dan satu dari dua pantai di Indonesia yang memiliki pasir pantai berwarna pink.

Warna pink pada pasirnya terbentuk karena butir-butir asli warna putih pasir bercampur dengan serpihan karang merah muda. Bias sinar matahari dan terpaan air laut menambah semakin jelas terlihat warna pink pantai tersebut. Pantai ini begitu tenang dan hanya memiliki ombak yang kecil sehingga membuat wisatawan lebih nyaman ketika bermain disana. Keindahan Pantai Pink pun terlihat sempurna dengan hamparan bukit di sekelilingnya. Di sisi kiri ada bukit dengan padang rumput yang luas dan dari bukit inilah pemandangan Pantai Pink terlihat sangat indah. Selain itu, ada juga tanjung yang eksotis di sisi kanan dengan gazebo yang memang disediakan di atasnya.

Rute menuju Pantai Pink ini, wisatawan seolah membelah hutan lindung Sekaroh. Wisatawan harus menempuh jarak sekitar 10 km dari pusat Desa Pemongkong dengan melewati jalanan aspal yang berlubang dan cukup mengocok perut jika kita tidak terbiasa menempuh jalan seperti ini. Tidak jarang kita akan berpapasan dengan kendaraan mewah. Ya, karena saat ini Pantai Pink menjadi primadona baru di Lombok.

Untuk urusan bekal sangat disarankan Anda membawa langsung dari rumah atau membeli dulu di warung pusat Kecamatan Jerowaru. Hal ini dikarenakan yang berjualan di sepanjang jalan hutan lindung Sekaroh ini masih jarang.

Kenapa dinamakan Pantai Pink? Kita akan tahu setelah menginjakkan kaki di pasirnya. Pasir di pantai ini terlihat berwarna pink. Warna pink pada pasir pantai ini ada karena pasir putih yang menyatu dengan butiran-butiran terumbu karang berwarna merah dan berefek kemerahan setelah bercampur air laut. Kemudian pantulan sinar matahari membuat warna pink pada pasir ini semakin terlihat. Terumbu karang berwarna merah ini tumbuh di perairan dangkal Pantai Tangsi dan terbawa ombak ke tepian.

Keindahan Pantai Pink pun terlihat sempurna dengan hamparan bukit di sekelilingnya. Di sisi kiri ada bukit dengan padang rumput yang luas dan dari bukit inilah pemandangan Pantai Pink terlihat sangat indah. Selain itu, ada juga tanjung yang eksotis di sisi kanan dengan gazebo yang memang disediakan di atasnya.

Tidak berhenti di situ, keindahan alam bawah laut Pantai Pink juga sempurna dengan adanya terumbu karang dan hewan-hewan lautnya. Dengan ombak yang tenang, snorkeling menjadi kegiatan yang pas di pantai ini. Tetapi sayang, beberapa gugusan terumbu karang sudah mulai rusak karena aktivitas nelayan setempat.

Tidak cukup dengan menikmati keindahan alam Pantai Pink, kita juga bisa menyewa perahu nelayan setempat untuk berkeliling di gugusan pulau-pulau kecil (Gili) yang berada sekitar 2 kilometer dari bibir Pantai Pink. Tarifnya hanya Rp 10.000 per orang dan perahu bisa memuat sekitar 10-12 orang.

Selain itu, juga ada sebuah gua peninggalan Jepang di bukit sisi tengah Pantai Pink. Gua ini mirip dengan gua-gua peninggalan Jepang di Sumatera Barat dan wilayah lain di Indonesia ini, mempunyai diameter sekitar 1,5 meter.

Tapi sayang, gua ini kurang terawat dan banyak ditumbuhi semak belukar. Konon gua Jepang ini adalah tempat bersembunyinya tentara Jepang pada masa Perang Dunia II, karena hampir seluruh gua Jepang di wilayah Indonesia mempunyai ciri dan fungsi yang sama, yaitu sebagai tempat persembunyian.

Suasana pantai yang masih sepi dan bisa dikatakan masih sangat alami (perawan) merupakan salah satu daya tarik yang sangat menarik bagi beberapa turis ataupun wisatawan lokal yang kebetulan berkunjung kepantai ini. Selain itu, keistimewaan lain yang ada pantai ini adalah warna pasirnya yang cendurung berwarna merah muda (pink). Warna ini disebabkan karena pecahan terumbu karang berwarna merah yang banyak terdapat disana, selain itu di lokasi pantai terdapat goa jepang yang berbentuk persegi yang kabarnya jika kita masuk dan menelusuri goa tersebut maka kita akan tembus ke pantai yang berada di sebelah bukit yang berada disebelah kiri pantai.

Salah satu hal yang perlu diketahui oleh para wisatawan adalah bahwa disekitaran pantai tidak terdapat satu pun penjual makanan dan minuman atau pedagang asongan, yang ada hanya beberapa bangunan rumah, beruga, dan sebuah musholla kecil. Namun dirumah penduduk sekitar terdapat sumur payau yang berfungsi untuk membilas diri saja, sehingga disarankan kepada para wisatawan untuk mebawa bekal yang cukup terutama air minum.

Dengan kealamian dan kebersihan pantai yang terjaga, yang bisa dibuktikan dengan tidak ada sampah yang berserakan disekitar lokasi pantai walaupun tidak terdapat tempat sampah khusus. Hal ini lah yang membuat pantai ini dikatakan surga bagi para wisatawan, karena kita bisa menikmati indahnya alam, pasir yang berwarna merah muda (pink), deburan ombak, suasana yang tenang dan nyaman, angin yang sepoi–sepoi serta cahaya matahari yang cerah membuat pikiran tenang setelah seminggu beraktivitas penuh dan jauh dari hingar bingar kebisingan. Sungguh pantai “Pink” Tangsi adalah surga di bumi khususnya Lombok.

Pantai ini sangat direkomendasikan bagi para backpacker atau traveler dan wisatawan yang ingin berkunjung ke Pulau Lombok. Pantai “Pink” Lombok ini dapat menjadi destinasi favorit anda untuk liburan bersama keluarga,teman atau kerabat

Lokasi
Pantai Tangsi atau Pantai Pink terletak di desa Sekaroh, kecamatan Jerowaru, kabupaten Lombok Timur, kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Untuk mencapai Pantai Pink, wisatawan dapat melewati rute dari kota Mataram ke Pantai Tanjung Ringgit karena letaknya yang berdekatan. Jalanan yang rusak dan berlubang membuat wisatawan membutuhkan waktu sekitar 2 jam berkendara untuk sampai ke sana. Pintu masuk ke pantai ini, terdapat di 1 km sebelum wisatawan memasuki pantai Tanjung Ringgit, atau sebelum sampai di Pintu masuk pantai Ringgit, akan terlihat di pinggir jalan sebuah rambu yang bertuliskan ‘PANTAI PINK 50M”.

Aktivitas
Wisatawan yang datang ke Pantai Pink dapat melakukan banyak kegiatan, khususnya kegiatan yang berhubungan dengan air seperti :snorkeling, memancing, dan menyelam. Untuk snorkeling wisatawan harus membawa perlengkapan sendiri, karena tidak ada yang menyewakan peralatan. Selain itu, wisatawan juga dapat menyewa perahu nelayan untuk mengelilingi gugusan pulau-pulau kecil yang berjarak hanya 2 km dari tepi pantai dan tidak jauh dari sekitaran pantai, wisatawan dapat menjelajahi goa peninggalan Jepang.

Akomodasi
Wisatawan tidak akan menemukan fasilitas lengkap dan super mewah seperti pantai pada umumnya. Anda hanya akan menemukan nelayan yang menawarkan perahu untuk mengelilingi pulau kecil dan beberapa orang yang menawarkan aneka minuman dan tidak ada penginapan. Oleh karena itu, disarankan anda pulau pada sore hari untuk kembali ke penginapan.

Cara menuju pantai Pink:
Lokasi Pantai Tangsi/Pantai Pink lumayan jauh dari Kota Mataram, sehingga membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk menuju lokasi ini. Rutenya sama persis dengan Rute menuju Tanjung Ringgit, karena memang lokasi keduanya berdekatan. Hanya saja, pintu masuk Pantai Tangsi berada sekitar 1 Km sebelum Tanjung Ringgit. Perhatikan ada tulisan di pinggir jalan “Pantai PINK 50 meter”, dari situ Anda tinggal berjalan kaki menuju lokasi Pantai Pink Lombok.

 

Pura Batu Bolong – Lombok Barat

Pura batu bolong merupakan sebuah pura kecil yang terdapat di daerah Senggigi, Lombok. Apabila anda melakukan perjalanan darat dari Mataram menuju pelabuhan Bangsal (tempat penyebrangan reguler ke Gili Trawangan) melalui jalur pantai, anda akan melewati pura ini. Pengunjung diperbolehkan masuk dengan membayar Rp.20.000/orang

Seperti halnya pura-pura yang yang ada di pulau Bali, pura ini juga mengharuskan pengunjung untuk menggunakan kain berwarna kuning di pinggang selama berada di dalam area pura, juga menjaga kesopanan karena sejatinya pura merupakan tempat ibadah keagamaan. Selain itu terdapat peraturan bahwa wanita yang sedang berhalangan dilarang memasuki area pura.

Nama Pura Batu Bolong itu sendiri sesuai dengan sebuh batu besar dengan lubang di tengahnya yang terdapat di pura tersebut. Salah satu pura yang terdapat di dalam area Pura Batu Bolong bernama pura Ratu Gede Mas Mecaling, letaknya di depan, dekat dengan pintu masuk pura.

Apabila anda dalam perjalanan dan melewati tempat ini, sempatkanlah untuk berhenti sejenak untuk melihat-lihat dan mungkin mengambil beberapa foto. Tetapi apabila anda berada di bagian pulau Lombok lain di luar area Senggigi, tidak perlu memaksakan diri untuk menuju Pura Batu Bolong karena tidak banyak yang bisa dinikmati di pura Ini.

Dari pura juga kita bisa melihat pemandangan pantai senggigi yang idah, di waktu-waktu tertentu kita bisa melihat pemancing-pemancing tradisional yang sedang mencari ikan dengan cara menceburkan diri ke dalam laut.

Melihat matahari terbenam (sunset) merupakan momen yang selalu ditunggu-tunggu wisatawan di sepanjang pesisir pantai barat Pulau Lombok. Banyak tempat untuk melihat sunset dengan latar belakang Gunung Agung di Pulau Bali.

Salah satunya adalah Pura Batu Bolong. Lokasi Pura Batu Bolong tak jauh dari Senggigi. Bila Anda hendak menuju Senggigi dari Kota Mataram, ibu kota Provinsi NTB, pasti melewati Pura Batu Bolong.

Pura Batu Bolong mengingatkan akan keberadaan Pura Tanah Lot di Tabanan, Bali, yang sama-sama berada di pinggir pantai. Hanya saja Pura Batu Bolong dengan pasir hitamnya memiliki lubang atau bolong di tengahnya sehingga dinamakan batu bolong.

Sejarah keberadaan Pura Batu Bolong tak lepas dari perjalanan seorang pendeta Hindu dari Jawa Timur, Dang Hyang Dwijendra ke Pulau Lombok yang melakukan perjalanan dari Jawa dan Bali. Beliau kerap berpindah-pindah tempat.

Selain mengelilingi pantai selatan Pulau Bali, beliau melanjutkan peralanan spiritual ke kawasan Bali Utara. Seperti Pura Pulaki hingga ke Pura Ponjok Batu, sebelum melanjutkan perjalanan menyeberang ke Pulau Lombok.

Di tempat terakhir itulah Dang Hyang Dwijendra disebutkan sempat menolong beberapa orang bendega atau nelayan perahu yang karam dekat Ponjok Batu. Para bendega asal Lombok yang diselamatkan beliau itu konon turut mengantarkan Dang Hyang Dwijendra yang juga disebut dengan nama Ida Peranda Sakti Wawu Rauh sampai ke Lombok dan menjejakkan kaki di Batu Bolong.

Bagi umat Hindu, Pura Batu Bolong yang berhadapan dengan Selat Lombok dan Gunung Agung di Bali ini memiliki atmosfer spiritual yang mampu memberikan kedamaian dan ketenangan bagi para umat yang bersembahyang di pura ini.

Gili Kondo, Gili Bidara & Gili Lampu di Lombok Timur

Nama Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno pasti sudah sering travelers dengar, atau bahkan jelajahi. Tapi travelers tahu nggak, ada gili-gili lain yang tidak kalah cantik dan jauh lebih sepi dibandingkan ketiga gili tadi? Mereka adalah Gili Kondo, Gili Petagan, dan Gili Bidara, yang berada di daerah Lombok Timur.

Ketiga gili ini memang masih belum sepopuler Gili Trawangan, Gili Air, atau Gili Meno, tapi pesonanya dijamin akan membuat kalian terpikat. Yang asyik, kalian bisa merasakan nikmatnya liburan ala milyuner di pulau pribadi lho! Panorama menawan di ketiga gili ini terbentang hanya untuk travelers.

Seperti halnya pulau dengan pantai perawan, pantai di keempat gili tersebut sangat bersih, dengan pasir putih lembut, air biru jernih bagaikan kristal, dan ketenangan tiada tara. Bonusnya adalah pemandangan Gunung Rinjani di kejauhan.

Diantara keempatnya, Gili Kondo adalah yang paling dikenal wisatawan. Di pulau ini sudah terdapat fasilitas berupa penginapan dan restoran, serta penyewaan alat snorkeling. Mungkin karena sempat dikelola oleh swasta, Gili Kondo bisa dikatakan cukup “siap” menyambut pengunjung. Ciri khas Gili Kondo, selain pantai yang cantik, adalah kayu-kayu dari tumbuhan mati yang teronggok dimana-mana. Walaupun hanya berupa tunggul-tunggul, kayu-kayu mati ini menambah eksotisme pantai di Gili Kondo, seolah memang sengaja ditempatkan disana sebagai dekorasi oleh alam.

Terumbu karang yang tepat berada di halaman restoran Gili Kondo masih dalam tahap pengembangan. Pihak pengelola yang lama, sebuah perusahaan swasta, berusaha untuk menjaga dan melestarikan terumbu karang Gili Kondo. Travelers bisa melihat langsung taman laut disini yang dihuni beraneka jenis karang, ikan dan binatang laut yang bervariasi.

Oh ya, kamu juga akan dapat bonus berupa kunjungan ke Gili Kapal, yaitu sebuah pulau yang hanya terdiri atas pasir tanpa ada karang ataupun tumbuhan. Pasir ini seringkali timbul tenggelam termakan ombak. Walaupun kecil dan kelihatan “polos”, Gili Kapal adalah juaranya taman laut. Keindahan alam bawah laut dan penghuninya benar-benar mempesona, yang bagi sebagian traveler adalah spot snorkeling terbaik di dunia. Snorkeling adalah aktivitas utama dan wajib travelers lakukan disini. Selain itu, kalian tidak akan tahan melihat jernihnya air berwarna biru yang seolah memanggil untuk langsung mencebur!

Berikutnya adalah Gili Bidara.Pulau kecil ini bisa dilihat dari pantai Sambelia, Gili Petagan, dan Gili Kapal, bahkan bisa dilihat dari Gili Kondo. Gili Bidara ukurannya lebih kecil dari gili Kondo yang berada di seberang. Jarak gili Bidara ini cukup dekat dari Gili Kapal. Begitu tiba di pulau ini, kalian akan disambut oleh perkampungan penduduk, rumah-rumah dengan atap daun kelapa, dan penghuninya yang ramah. Walaupun serba sederhana, disinilah travelers bisa merasakan kebahagiaan dan ketenangan kehidupan kampung yang benar-benar berbeda dengan kota.

ulau berikutnya, Gili Petagan, terkenal dengan hutan bakaunya yang merupakan peninggalan dari pendudukan Jepang yang kini menjadi salah satu daya tarik wisata di Lombok Timur. Hutan Bakau ini sekarang dikelilingi Padang Lamun dan terumbu karang yang indah. Padang Lamun adalah padang rumput yang tumbuh di dalam laut. Dalam perjalanan menuju Gili Petagan, kalian bisa menyaksikan betapa birunya air laut. Warna biru tersebut menandakan perairan dalam. Begitu mendekati pulau, air yang jernih menampakkan pemandangan taman laut cantik yang bisa travelers nikmati dari atas kapal.

Bagaimana? Sudah siap menjalankan petualangan tak terlupakan di Gili Kondo, Gili Petagan dan Gili Bidara? Siapkan ransel kalian sekarang juga!.